Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Tentara Malaysia Bersiap Menyerbu Pasukan Sulu

Pasukan Malaysia mengepung desa di Sabah yang dikuasai Kesultanan Sulu
VIVAnews - Tentara Malaysia yang mengepung pasukan Sulu di Lahad Datu, Sabah, telah mendapatkan lampu hijau untuk masuk dan menyerbu. Langkah ini dinilai cara paling tepat untuk mengusir orang-orang dari Kesultanan Sulu itu dari wilayah mereka.

Diberitakan The Star, Selasa 26 Februari 2013, lampu hijau ini diberikan setelah pemimpin orang-orang Sulu yang menduduki desa Tanduao, Azzimudie, yang juga adik dari Sultan Sulu Jamalul Kiram III, bersumpah akan menuntut hak mereka sampai mati. Mereka meminta wilayah Sabah dikembalikan pada mereka, berdasarkan klaim historis dan nenek moyang.

Kepala polisi Sabah, Komandan Datuk Hamza, mengatakan mereka akan menyerbu masuk dan melucuti orang-orang Sulu yang diduga bersenjata. "Kami tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bertindak," kata dia setelah melakukan rapat dua jam bersama jenderal angkatan darat, laut, dan kepolisian Malaysia.

Namun diharapkan opsi penyerbuan tidak benar-benar terjadi. Dalam 48 jam ke depan, akan menjadi saat-saat krusial bagi pemerintahan Malaysia dan Filipina dalam membujuk Azzimuddie agar hengkang dari Sabah. Selama ini, mereka telah menggunakan perantara keluarga dan pemerintah, namun masih belum berhasil.

Helikopter polisi juga telah menyebar ratusan leaflet ke desa Tanduao yang berisikan anjuran untuk segera menyerah dan meninggalkan wilayah itu dengan damai. Hamza mengatakan bahwa sejauh ini mereka telah menahan lima orang yang diduga terlibat pendudukan untuk dimintai keterangan.

Minggu lalu, sempat terdengar tembakan dari dalam desa. Pihak Malaysia belum bisa memastikan dari mana persisnya tembakan itu berasal. Malaysia juga membantah rumor yang mengatakan bahwa sudah ada dua orang yang tewas.

Dari jarak sekitar 500 meter, pasukan Malaysia mengepung desa tersebut, baik di darat dan di laut. Mereka juga memblokade pintu masuk sehingga pasokan makanan bagi pasukan Sulu semakin menipis.

Sementara itu, kapal perang Filipina yang berangkat dari Bongoa di Tawi Minggu lalu telah berada di perairan dekat Lahad Datu. Kapal ini diturunkan untuk menjemput orang-orang Sulu dan memberikan bantuan medis bagi mereka yang terluka. (sj)

Hujan Tembakan Di Sabah, Filipina Didesak Cari Solusi

 
RMOL. Tiga pekan sudah pengikut Kesultanan Sulu, Filipina, menduduki Desa Tanduo, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Perpecahan dikabarkan mulai timbul di antara warga Filipina pengikut Kesultan Sulu yang kini menduduki Sabah. Perpecahan timbul akibat menipisnya persediaan makanan yang mereka miliki.

Sekitar 180 warga Filipina menduduki wilayah Lahad Datu di Negara Bagian Sabah, tidak bisa mendapatkan persediaan makanan dari luar karena dikepung aparat Malaysia.

Pihak Malaysia mengklaim ada beberapa pengikut Sultan Sulu yang ingin keluar dari kelompoknya. Namun, aksi tersebut dicegah pemimpin kelompok mereka Raja Muda Azzimudie Kiram, saudara Sultan Sulu Jamalul Kiram III.

“Tembakan itu mungkin dimaksudkan untuk mencegah beberapa pengikut yang ingin pulang,” kata sumber Inquirer.

Sumber itu juga mengatakan, Malaysia telah memberikan perpanjangan 48 jam, sejak Minggu (24/2), bagi pasukan Sulu meninggalkan Lahad Datu. Sumber itu meminta untuk tidak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.
“Tidak ada korban tetapi tembakan mengejutkan pasukan keamanan yang memang sangat tegang,” terangnya.

Namun, pejabat kepolisian Sabah, Hamza Taib membantah adanya insiden tembakan. “Kabar itu tidak benar,” bantah Hamza, yang tiba di Lahad Datu sekitar pukul 11 pagi.
Sejak pagi, telah tersebar luas ada penembakan di Desa Tanduo “Kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara damai. Kami berusaha menekan seminimal mungkin penggunaan kekerasan,” tegas Hamza.

Bekas perwakilan Filipina untuk Area Pertumbuhan Timur ASEAN (BIMP-EAGA), Jesus Dureza, meminta Malaysia untuk mencabut blokade dan menghentikan tenggat waktu kepada pasukan Kesultanan.

“Malaysia seharusnya berhenti mendesak mereka (kelompok Kesultanan Sulu). Mereka seharusnya mencabut blokade makanan dan jadwal evakuasi paksa. Meski mereka memberi perpanjangan waktu, Malaysia hanya membuat masalah makin parah,” kata Dureza.

Dureza mengimbau Malaysia menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada Filipina. “Mereka akan menggunakan pengaruh untuk bernegosiasi,” terang Dureza seraya menambahkan, Malaysia harusnya memberikan kebebasan bagi Filipina untuk bertemu Kesultanan Sulu dalam mencari solusi.

Menurut Kesultanan Sulu, mereka mengirim berjumlah 400 orang dan 20 di antaranya membawa senjata untuk tinggal di Lahad Datu, Pulau Kalimantan atau Borneo, yang masuk Negara Bagian Sabah, Malaysia. Mereka mengklaim, wilayah tersebut merupakan tanah leluhur mereka, Sultan Sulu.

Merasa usahanya belum berhasil, Sultan Jamalul Kiram III akan meminta bantuan kepada pemerintahan Amerika Serikat (AS).

“Dalam perjanjian Kiram-Carpenter pada 1915 disebutkan bahwa Sultan akan mendapatkan proteksi dari pihak AS jika ada masalah yang muncul di Sabah antara Sultan Sulu dengan negara asing lain,” jelas juru bicara Kesultanan Sulu Abraham Idjirani kepada Rappler, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]

Sabtu, 11 Agustus 2012

Satelit Buatan RI Siap Meluncur Tahun Depan

 
VIVAnews - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berencana meluncurkan satelit keduanya bernama Lapan A2. Satelit 100 persen buatan Indonesia ini siap diluncurkan ke orbit tahun depan dengan menggunakan roket India.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews, Jumat 10 Agustus 2012, Lapan menjelaskan Satelit Lapan A2 dirancang dan dibuat sepenuhnya oleh Lapan. Lapan A2 merupakan satelit yang sama dengan Lapan-Tubsat, satelit pertama Lapan, namun memiliki sensor lebih meningkat dibandingkan satelit pendahulunya. Misi utama Lapan A2 yaitu untuk mitigasi bencana.

"Satelit ini memiliki sensor Automatic Identification System (AIS) untuk identifikasi kapal layar yang melintas di wilayah yang dilewati satelit tersebut," tulis keterangan Lapan.

Seperti diketahui, pada 2007 lalu Lapan sukses mengorbitkan satelit pertama buatan sendiri bernama Lapan-Tubsat yang hingga kini masih beroperasi dengan baik, padahal awalnya diperkirakan usianya diprediksi hanya berumur dua tahun.

Guna menandakan selesai dibangunnya satelit Lapan A2, lembaga ini akan menyelenggarakan penandatanganan prasasti Lapan A2. Rencananya, prasasti ini akan ditandatangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek), Gusti Muhammad Hatta dalam acara penutupan Hakteknas ke-17  pada 11 Agustus 2012 pukul 13.00 WIB di Sabuga ITB, Bandung.

Selain penandatanganan prasasti Lapan A2, pada penutupan Hakteknas 2012 tersebut, Menegristek juga akan menandatangani prasasti Lapan S-UAV 01 dan RHAN-122.

Lapan S-UAV 01 merupakan pesawat terbang tanpa awak yang dimanfaatkan untuk surveillance (pemantauan). Pesawat buatan peneliti dan perekayasa Lapan ini telah selesai dirancangbangun dan diuji operasional.

Sementara itu, RHAN-122 merupakan roket berdiameter 122 milimeter. Roket hasil kerja sama Lapan, Kementerian Ristek, dan TNI AD tersebut telah diproduksi dan diuji di Puslatpur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan.

"Penandatanganan ketiga prasasti ini merupakan apresiasi terhadap keberhasilan anak bangsa dalam upaya pengembangan teknologi antariksa. Pengembangan teknologi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan masyarakat," ujar pernyataan Lapan.

Selasa, 29 Mei 2012

SD Surabaya Juara Lomba Robot Internasional


 


VIVAnews - Prestasi gemilang kembali terukir di SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, Jawa Timur. Kali ini nama Ichdan Rasyid mengharumkan nama sekolah.

Karya mobil robot siswa berusia 10 tahun ini berhasil menjadi juara 2 untuk kategori Medali Perak di Internasional Islamic School Robot Olympiad (IISRO). Kompetisi ini digelar pada 23-26 Mei 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kategori Robot Rescue dengan baterai 12 volt ini berhasil menyisihkan 200 tim peserta dari Indonesia dan Malaysia. Kemampuan robot mampu menghindari berbagai rintangan termasuk zig-zag dan  kemampuan menempuh tanjakan dengan kemiringan 26 derajat.

"Rasyid ini memiliki ketajaman naluri berpikir yang kuat. Hanya dengan waktu satu bulan, dia mampu merampungkan mobil robot buatannya," kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4, Muhammad Sholihin kepada VIVAnews pada Selasa 29 Mei 2012.

Rasyid menambahkan, pada turnamen sebelumnya, siswa kelas IV ini  menyabet juara 1 tingkat nasional dalam lomba Line Tracer Analog Smanisada Cup. Ichdan juga meraih juara pertama di Kontes Robot GP pada 2011.

Atas prestasi itu, pihak sekolah menyiapkan siswa berprestasi ini untuk bisa mengikuti tahap olimpiade internasional selanjutnya.

"Mudah-mudahan bisa mengikuti lomba ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk itu, kami terus memajukan prestasi yang telah diraihnya ini," lanjut dua guru pembinanya, Endik Setyawan dan Iwan Kurniawan.